Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Random Story

Wehhh capek banget rasanya. Kaki pegel abis. Oke kita flashback yak..... "Mang bangun!! Bangun!!" "Hnnn iy...!"lemes "Bangun!! Jam brapa kamu sekolah!" "Iyha tunggu kejap!" Lemes dan layu. "Katanya mau pelantikan!" "Ahh..!" Masih merem. "Ya ampun...  kenapa ibuk baru ngassih tahu!!!!!" Giling Giling bawah kasur. "Gimanain ibuk mau bilang. Ibuk aja Ada diluar. (Ternyata emak gue ada di luar pintu)

Pelangi Putih (Chapter 4)

. . . . Drapt Drapt Drapt Drapt Drapt . . . Gue menyusuri gang kompleks. Sepi emang sih. Agak serem, tapi lebih serem lagi kalo liat abg cabe2 'an. Bisa bisa gue di embat sama mereka. . . . Ngga kerasa udah 10 menit gue jalan. Entah kenapa kerasa jauh banget jarak rumah ke sekolah gue. Ini benar benar melelahkan. Hmm . Pengen rasanya gue nyetop abang abang ojek. . . Dulu pas gue smp, gue sring dianter papa. Gue inget banget papa masih kerja di rumah sakit yang dulu. Dan dia masih sempet buat ngurua rumah. . . Gue kembali terngiang kenangan itu. Ketika hanya ada gue dan kakak gue. Mama masih hidup, masih senyum ke gue kalo gue terbangun di pagi hari. . . . "Deeea.. bangun de.. udah siang. Nanti bu guru marah loh. Ayo cepat!!" Gue buru buru bangun. Menuju kamar mandi. Gue inget gue masih satu kamar sama kakak gue. Mama memakaikan baju buat gue. Nungguin gue selesai sarapan. Dan berangkat sama kakak dan juga papa. Dia nungguin gue make s...

Pelangi Putih (Chapter 3)

"Kakak mau berangkat? " "Iyha" "Sepagi ini?" "Memangnya kenapa?" "Ngga takut sama jalanan? Gimana kalo ada begal? Kann bahaya kak!" "Lebih takut gue kalo liat anakk pacaran tauk!" "Dasar imajinasi jones"Gumam Raey "Lo tadi bilang apa?!"  Tatap.. "Eheheh... nggaa hati hati yha!!" Ia pergi menghilang. Gue berangkat sekolah. Gue merasa ada yang aneh. Begitu aneh, aneh, aneh sekali. Ada sesuatu yang tertinggal, itu seperti bagiaaan tubuhku saja yang tertinggal. Apa?  Apa?  Apa?........ Gue mondar mandir di depan kompleks rumah. Ibuk2 tetangga melihat tingkah konyol gue. Yah tanpa ekspresi pun emang gue dari dulu konyol. "De ,kamu mau kemana?!" Tanya bu susi "Ngga kemana mana bu! Eh saya mau kesekolah!" "Ah?! Kesekolah? Hari ini nak?" "Iyha bu... tapi saya bingung ada sesuatu yang tertinggal! Ada yang kelupaan bu!" "Ibu bantu ingetin ya!"...

Pelangi Putih (Chapter 2)

Jendela yang rasanya sudah gue tutup terbuka lebar layaknya film horor. Membuat susana dini hari itu sangat menyeramkan. "Huuuaaa... ciluk baa..." Gue teeikain keluar jendela, tapi ngga ada apa apa. Yah gue lanjut tidur. Satu menit, dua menit,tiga menit, gue sudah ngga tahan. Gue pengen makanan. Gue putuskan turun mencari sesuatu yang bisa dimakan. Tap tap tap tap tap... Langkah kaki gue begitu keras terdengar. Memasuki dapur gue coba mencari makanan yg masih bisa dimakan. Yosh gue menemukan ice cream Reay . Melewati ruang tengah,  gue sempatkan melihat jam. Ternyata sudah Jam 4 pagi. "Halo ... kamu belom bangun..  bangun nggih.. udah mandi? Wah kamu masih belajar yha.. semangat yha!!".... Gue cuma ngga percaya anak kelas 1 SMP percakapannya kaya begituan. Resek banget ni anak. Mulut gue cuman komat kamit dalam perjalanan menuju kamar. Tapi ketika gue melewati kamar kak Anda..... HIK HIK... HI....HEH..... "Diputusin lagi...?!" Tanya gue. ...

Pelangi Putih (Chapter 1)

Angin sepoi sepoi mengibaskan rabmut gue. Sampai gue kunyah tuh rambut saking canggungnya. Dia terus senyum ke gue. Ya Tuhan ini benar benar menegangkan. "Lo kenapa?!" "(Geleng-geleng)" "Lo masih waraskan!!? " Gue langsung bangkit dan bicara dgn nada agak keras. "Lo nanya gue masih waras?! Ya iyalah gue masih waras... jangan jangan lo lagi yg ngga waras!!" Orang itu cuma mengernyitkan alisnya. "(Senyum) hahahaha...!!" "Memangnya ada yang lucu.?!" Gue merasa ada yang aneh jadi gye merendah. Orang itu p rgi menjauh. Suara ombak seperti tempo langkah kakinya. Santai sekali seperti tidak ada beban di punggungnya. Berbeda dengan gue, (gue kembali rebahan pada pasir) meskipun keluarga gue ngga melarat amat,  yah dapat dikatakan mampu tapi... hidup gue serasa berbeda sedikit dari teman teman gue yang lain. Gue lihat lagi orang aneh itu benar benar menghilang. Tak ada lagi bayangnya sejauh gue memandang. Sudahlah buat apa ...

PELANGI PUTIH (Prolog)

Suatu hari yang cerah, gue jalan jalan. Eh kesandung batu yah gue jatuh. Sesaat kemudian gue melihat bayang bayang aneh di depan gue,  semakin mendekat mendekat dan tepat di deoan gue. Gue kira itu prince charming, b.i kah, atau bobby juga ngga papa. Eh ternyata anjing kampung. Ngenes banget nasib gue. Lanjut cerita, gue tendang tuh anjing ampe lari kebirit birit, entah kemana perginya. Heh knpa gue nyeritain anjing sih?╮(╯3╰)╭. Gue percaya suatu hari nanti prince gue dateng yah mirip cerita cerita princess gitu. Pangerannya kesiangan... datengnya. Entah kenapa gue pergi ke pantai. Mungkin karena pantai merupakan obyek tanpa modal alias gratis gitu? .. secara gue cuma diberi uang jajan 10 sehari sama emak gue.. bayangkaan coba. Huft...!! Sabar ca sabaarr.... "Mbak es kelapa nya berapa?!" Tanya gue. "Ohh 5rb aja dek!"jawab mbak mbak itu. "Pesen satu yha mbak!".pesanku. "Oke" Sebenarnya miris melihat orang orang yg dateng kepantai sama tem...

Lirik :The Only Reason

Don't talk Let me think it over How are we gonna fix this? How are we gonna undo all the pain? Tell me Is it even worth it? Looking for a straight line Taking back the time we can't replace All the crossed wires Just making us tired Is it too late to bring us back to life? When I close my eyes and try to sleep I fall apart and find it hard to breathe You're the reason the only reason Even though my dizzy head is numb I swear my heart is never giving up You're the reason the only reason I feel you burning under my skin I swear I see you shining Brighter than the flame inside your eyes Bitter words are spoken Everything is broken It's never too late To bring us back to life When I close my eyes and try to sleep I fall apart and find it hard to breathe You're the reason the only reason Even though my dizzy head is numb I swear my heart is never giving up You're the reason the only reason Don't talk Let me think it over How ar...