Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Drama

Kalau saja dunia bisa seperti mereka.  Yang tak akan pernah merasa sakit.  Kalau saja aku tak bernafas, kalau saja aku tak bisa melihat Mungkin perasaan ini tak akan ada. Aku selalu bingung, apakah ini delusi? Apakah jalan ini sudah benar. Hidupku  sangat maya

Lupa

Hanya butuh 5 menit Dari detik ini sampai jam 5. Aku hanya ingin mengatakan aku menyukai ... Siapa?... Mungkin selama ini itu hanya sebatas "Suka"... (?) Aku bingung senduri dalam kekosongan Kadang aku selalu mencari pengisi kekosongan Mungkin selama ini aku selalu meyakinkan diri untuk benar benar mencintai Tapi iti hanyalah apa yang ingin ku percayai. Lucu sekali aku baru menyadarinya. Sejauh ini belum ada seorangpun yang tahu. ini sangat menggelikan, tahu hal seperti ini membuatku malu akan semuanya. Kapan? Dan siapa? Orang yang benar2 ku "percaya" itu. Akankah datang cepat? Atau aku harus menunggu lagi. Semoga saja kali ini benar2 ada Bukannya tenggelam dalam dunia fiksiku sendiri Sudah banyak hal yang ku tenggelamkan di dalamnya. Mungkin sebagian HIDUPKU. Jatuh Dalam Tak terlihat . .

Cerita Ngengat

Tiap malam ia pasti akan menunggu disana. Meskipun angin selalu berhembus keras. Tak ada satuoun serangga yang akan mau dan rela untuk tetap diam di luar sarangnya. Malam itu juga ia tetap setia menunggu hari makin gelap. Yang ia tunggu adalah si merah. "Apa yang kau lakukan disini ngengat?" Tanya seekor semut padanya. "Hanya menantikannya..." jawabnya singkat. "Hey masuklah angin bertiup keras, bila kau tk masuk nanti kau dimakan burung hantu!" Seru semut. "sebentar lagi, aku ingin melihatnya..." "Terserah kau lah!!" Kata semut lalu berlalu. Akhirnya datanglah seorang wanita tua menyalakan obor di sekitar sana. Ia nampak sangat tua terlihat dari caranya memegang batang korek itu. "Akhirnya...~" desah si ngengat. Tak ada satupun yang tau apa yang ditunggu si ngengat di tengah malam seperti itu. Saat wanita tua itu berlalu pergi. Si ngengat pasti selalu bermalam didekat obor itu. hari demi hari terus berlalu. Perilak...