Langsung ke konten utama

Pelangi Putih (Chapter 1)

Angin sepoi sepoi mengibaskan rabmut gue. Sampai gue kunyah tuh rambut saking canggungnya. Dia terus senyum ke gue. Ya Tuhan ini benar benar menegangkan.

"Lo kenapa?!"
"(Geleng-geleng)"
"Lo masih waraskan!!? "

Gue langsung bangkit dan bicara dgn nada agak keras.
"Lo nanya gue masih waras?! Ya iyalah gue masih waras... jangan jangan lo lagi yg ngga waras!!"
Orang itu cuma mengernyitkan alisnya.
"(Senyum) hahahaha...!!"
"Memangnya ada yang lucu.?!"
Gue merasa ada yang aneh jadi gye merendah.

Orang itu p rgi menjauh. Suara ombak seperti tempo langkah kakinya. Santai sekali seperti tidak ada beban di punggungnya.
Berbeda dengan gue, (gue kembali rebahan pada pasir) meskipun keluarga gue ngga melarat amat,  yah dapat dikatakan mampu tapi... hidup gue serasa berbeda sedikit dari teman teman gue yang lain.

Gue lihat lagi orang aneh itu benar benar menghilang. Tak ada lagi bayangnya sejauh gue memandang. Sudahlah buat apa gue memikirkan orang aneh seperti itu!.

---

"Aku pulang.... !!"
Tepat seperti dugaan gue pasti rumah sepi. Huh!!

"Ehh lo maju dong,  Rian.. lo denger gue? Iyha maju dong, maju, maju,masak gue doang yang maju... biar menang neh.. dikit lagi!!"

"Cong.. lo ngapain!?"
Gue tanya tuh anak sibuk dengan gamenya. Gue DIKACANGIN.

Rasanya tulang rusuk gue mulai agak main. Gue udah ngga kuat lagi.
"Iyha iyha... bentar!!!....."
Tiba2 kak Anda keluar kamarnya secara mendadak dan nubruk gue yg kebetulan lewat depan kamarnya.

Gaabbruuuuk....
Gue terlempar ke samping pot bunga.
Dan kak Anda cuma nengok sekejap lalu pergi lagi...

Itulah keluarga gue yg apatis semenjak mama meninggal. Semuanya berubah, ngga ada lagi yang ngurus keluarga.

Akhirnya gue sampai di kamar. Yah kamar yang paling berantakan dibanding dua saudara gue. Itulah gue maklumi saja.
Gue kembali terngiang kejadian di pantai tadi. Anak laki laki itu sangat aneh. TAPI........

Rasanya gue lebih aneh...
Entahlah....
( ̄ε(# ̄)︴

--Chapter 2--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI

ARTIKEL FISIKA “SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI” oleh : 1.       Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha (21) 2.       Prita Ayuningtyas (22) 3.       Nyoman Bunga Cahyani (23) 4.       Dena Cristy (24) 5.       Aditya Nugraha (25) SMA NEGERI 1 SINGARAJA BULELENG 2018

Cerita Ngengat

Tiap malam ia pasti akan menunggu disana. Meskipun angin selalu berhembus keras. Tak ada satuoun serangga yang akan mau dan rela untuk tetap diam di luar sarangnya. Malam itu juga ia tetap setia menunggu hari makin gelap. Yang ia tunggu adalah si merah. "Apa yang kau lakukan disini ngengat?" Tanya seekor semut padanya. "Hanya menantikannya..." jawabnya singkat. "Hey masuklah angin bertiup keras, bila kau tk masuk nanti kau dimakan burung hantu!" Seru semut. "sebentar lagi, aku ingin melihatnya..." "Terserah kau lah!!" Kata semut lalu berlalu. Akhirnya datanglah seorang wanita tua menyalakan obor di sekitar sana. Ia nampak sangat tua terlihat dari caranya memegang batang korek itu. "Akhirnya...~" desah si ngengat. Tak ada satupun yang tau apa yang ditunggu si ngengat di tengah malam seperti itu. Saat wanita tua itu berlalu pergi. Si ngengat pasti selalu bermalam didekat obor itu. hari demi hari terus berlalu. Perilak...

Semester Ending kelas 2

(silvi, dewi, aku, sherlina, putri, irda <dari depan kiri ke kanan> ) (lalu dibelakang ada Rani, Debby, Melinda, dan Dinda <dari kiri ke kanan>) taken by EMA. ada banyak hal yang sebenarnya tersembunyi dibalik foto sederhana ini. tentang siapa yang ada dalam foto dan tentang siapa yang mengambil gambar ini. Siapapun yang ada dalam foto ini pasti tahu kebenarannya. Tak ada yang ingin melukai siapaun tak ada yang ingin menangis dan tak mungkin ada yang ingin temannya terluka bukan. Jadi salahkan saja waktu, akan lebih baik seperti itu kan. Daripada kalian membuat cerita2 aneh yang nantinya mungkin... akan kita sesali kemudian hari.