Angin sepoi sepoi mengibaskan rabmut gue. Sampai gue kunyah tuh rambut saking canggungnya. Dia terus senyum ke gue. Ya Tuhan ini benar benar menegangkan.
"Lo kenapa?!"
"(Geleng-geleng)"
"Lo masih waraskan!!? "
Gue langsung bangkit dan bicara dgn nada agak keras.
"Lo nanya gue masih waras?! Ya iyalah gue masih waras... jangan jangan lo lagi yg ngga waras!!"
Orang itu cuma mengernyitkan alisnya.
"(Senyum) hahahaha...!!"
"Memangnya ada yang lucu.?!"
Gue merasa ada yang aneh jadi gye merendah.
Orang itu p rgi menjauh. Suara ombak seperti tempo langkah kakinya. Santai sekali seperti tidak ada beban di punggungnya.
Berbeda dengan gue, (gue kembali rebahan pada pasir) meskipun keluarga gue ngga melarat amat, yah dapat dikatakan mampu tapi... hidup gue serasa berbeda sedikit dari teman teman gue yang lain.
Gue lihat lagi orang aneh itu benar benar menghilang. Tak ada lagi bayangnya sejauh gue memandang. Sudahlah buat apa gue memikirkan orang aneh seperti itu!.
---
"Aku pulang.... !!"
Tepat seperti dugaan gue pasti rumah sepi. Huh!!
"Ehh lo maju dong, Rian.. lo denger gue? Iyha maju dong, maju, maju,masak gue doang yang maju... biar menang neh.. dikit lagi!!"
"Cong.. lo ngapain!?"
Gue tanya tuh anak sibuk dengan gamenya. Gue DIKACANGIN.
Rasanya tulang rusuk gue mulai agak main. Gue udah ngga kuat lagi.
"Iyha iyha... bentar!!!....."
Tiba2 kak Anda keluar kamarnya secara mendadak dan nubruk gue yg kebetulan lewat depan kamarnya.
Gaabbruuuuk....
Gue terlempar ke samping pot bunga.
Dan kak Anda cuma nengok sekejap lalu pergi lagi...
Itulah keluarga gue yg apatis semenjak mama meninggal. Semuanya berubah, ngga ada lagi yang ngurus keluarga.
Akhirnya gue sampai di kamar. Yah kamar yang paling berantakan dibanding dua saudara gue. Itulah gue maklumi saja.
Gue kembali terngiang kejadian di pantai tadi. Anak laki laki itu sangat aneh. TAPI........
Rasanya gue lebih aneh...
Entahlah....
( ̄ε(# ̄)︴
--Chapter 2--
Komentar
Posting Komentar