"Kakak mau berangkat? "
"Iyha"
"Sepagi ini?"
"Memangnya kenapa?"
"Ngga takut sama jalanan? Gimana kalo ada begal? Kann bahaya kak!"
"Lebih takut gue kalo liat anakk pacaran tauk!"
"Dasar imajinasi jones"Gumam Raey
"Lo tadi bilang apa?!" Tatap..
"Eheheh... nggaa hati hati yha!!" Ia pergi menghilang.
Gue berangkat sekolah. Gue merasa ada yang aneh. Begitu aneh, aneh, aneh sekali. Ada sesuatu yang tertinggal, itu seperti bagiaaan tubuhku saja yang tertinggal. Apa? Apa? Apa?........
Gue mondar mandir di depan kompleks rumah. Ibuk2 tetangga melihat tingkah konyol gue. Yah tanpa ekspresi pun emang gue dari dulu konyol.
"De ,kamu mau kemana?!" Tanya bu susi
"Ngga kemana mana bu! Eh saya mau kesekolah!"
"Ah?! Kesekolah? Hari ini nak?"
"Iyha bu... tapi saya bingung ada sesuatu yang tertinggal! Ada yang kelupaan bu!"
"Ibu bantu ingetin ya!"
"Oke!! Setuju bu!"
"Baik itu sepertinya sebuah benda!" Seru bu Susi.
"Ehhmm bisa jadi bu!"
"Melayang?"
"Tidak..tidak...."
"Ada lobangnya?!"
"Bisa jadi bu!"
"Berat!?"
"Tidak! Sepertinya ringan!"
"Ehhmm sepertinya sulit! Aha warnanya putih?!
"Iyha iyha iyha...."
"Celemek!!!"
"Bukaaaan!!"
Terdiam... menoleh... menatap... dan...
"BAJU SERAGAM!!!!"
"selaamat ibu mendapatkan satu juta rupiah dipotong tabungannya yak!!
Uya kuya muncul dari tas belanjaan milik bu susi!
"Eh tong lu ngomong ape?! Lu dari dunia lain yhe??!"
"Ini keterlaluan!!saya pergi!!"kata uya kuya..
Gue berlari pulang hendak memakai seragam sekolah. Memakai baju, mengancingkan, memakai rok. Dan gue siap.
-----
Tap tap tap tap..
"Kakak mau sekolah lagi?"
"Lo bener2 adik yg hormat raey! Lo tadi ngga liat kalo gue belum make seragam!"
"Aku ngga nyangka kakak bakal serius,aku kira kakak becanda!"
"Pembohong! Terus aja urusin tuh Ps 4 mu itu!"
"Kok nyangkutin Ps sih!!"
"Yah.. kamu lebih seneng main gituan kan!! Cobak mama ada disini! pasti dia marahin elu tong!!"
"Kakak ngga asik..!! Kenapa bawa bwa mama sih?! "
"Bacot lu!"huu...
Gue berlalu pergi.
Menyusuri depan komplex. Gue kesal dengan sikap raey yg mengacuhkan gue. Ditambah lagi dengan keadaan rumah yang semraut. Ngga ada yang nyapa gue saat bangun. Sepotong roti pun ngga ada. Keluarga macam apa ini?!
"
Komentar
Posting Komentar