Langsung ke konten utama

Pelangi Putih (Chapter 3)

"Kakak mau berangkat? "
"Iyha"
"Sepagi ini?"
"Memangnya kenapa?"
"Ngga takut sama jalanan? Gimana kalo ada begal? Kann bahaya kak!"
"Lebih takut gue kalo liat anakk pacaran tauk!"

"Dasar imajinasi jones"Gumam Raey
"Lo tadi bilang apa?!"  Tatap..
"Eheheh... nggaa hati hati yha!!" Ia pergi menghilang.

Gue berangkat sekolah. Gue merasa ada yang aneh. Begitu aneh, aneh, aneh sekali. Ada sesuatu yang tertinggal, itu seperti bagiaaan tubuhku saja yang tertinggal. Apa?  Apa?  Apa?........

Gue mondar mandir di depan kompleks rumah. Ibuk2 tetangga melihat tingkah konyol gue. Yah tanpa ekspresi pun emang gue dari dulu konyol.

"De ,kamu mau kemana?!" Tanya bu susi
"Ngga kemana mana bu! Eh saya mau kesekolah!"
"Ah?! Kesekolah? Hari ini nak?"
"Iyha bu... tapi saya bingung ada sesuatu yang tertinggal! Ada yang kelupaan bu!"
"Ibu bantu ingetin ya!"
"Oke!! Setuju bu!"

"Baik itu sepertinya sebuah benda!" Seru bu Susi.
"Ehhmm bisa jadi bu!"
"Melayang?"
"Tidak..tidak...."
"Ada lobangnya?!"
"Bisa jadi bu!"
"Berat!?"
"Tidak! Sepertinya ringan!"
"Ehhmm sepertinya sulit! Aha warnanya putih?!
"Iyha iyha iyha...."
"Celemek!!!"
"Bukaaaan!!"

Terdiam... menoleh... menatap... dan...
"BAJU SERAGAM!!!!"
"selaamat ibu mendapatkan satu juta rupiah dipotong tabungannya yak!!
Uya kuya muncul dari tas belanjaan milik bu susi!
"Eh tong lu ngomong ape?! Lu dari dunia lain yhe??!"
"Ini keterlaluan!!saya pergi!!"kata uya kuya..

Gue berlari pulang hendak memakai seragam sekolah. Memakai baju, mengancingkan, memakai rok. Dan gue siap.

-----
Tap tap tap tap..
"Kakak mau sekolah lagi?"
"Lo bener2 adik yg hormat raey! Lo tadi ngga liat kalo gue belum make seragam!"
"Aku ngga nyangka kakak bakal serius,aku kira kakak becanda!"
"Pembohong! Terus aja urusin tuh Ps 4 mu itu!"
"Kok nyangkutin Ps sih!!"
"Yah.. kamu lebih seneng main gituan kan!! Cobak mama ada disini! pasti dia marahin elu tong!!"
"Kakak ngga asik..!! Kenapa bawa bwa mama sih?! "
"Bacot lu!"huu...
Gue berlalu pergi.

Menyusuri depan komplex. Gue kesal dengan sikap raey yg mengacuhkan gue. Ditambah lagi dengan keadaan rumah yang semraut. Ngga ada yang nyapa gue saat bangun. Sepotong roti pun ngga ada. Keluarga macam apa ini?!

"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI

ARTIKEL FISIKA “SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI” oleh : 1.       Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha (21) 2.       Prita Ayuningtyas (22) 3.       Nyoman Bunga Cahyani (23) 4.       Dena Cristy (24) 5.       Aditya Nugraha (25) SMA NEGERI 1 SINGARAJA BULELENG 2018

Cerita Ngengat

Tiap malam ia pasti akan menunggu disana. Meskipun angin selalu berhembus keras. Tak ada satuoun serangga yang akan mau dan rela untuk tetap diam di luar sarangnya. Malam itu juga ia tetap setia menunggu hari makin gelap. Yang ia tunggu adalah si merah. "Apa yang kau lakukan disini ngengat?" Tanya seekor semut padanya. "Hanya menantikannya..." jawabnya singkat. "Hey masuklah angin bertiup keras, bila kau tk masuk nanti kau dimakan burung hantu!" Seru semut. "sebentar lagi, aku ingin melihatnya..." "Terserah kau lah!!" Kata semut lalu berlalu. Akhirnya datanglah seorang wanita tua menyalakan obor di sekitar sana. Ia nampak sangat tua terlihat dari caranya memegang batang korek itu. "Akhirnya...~" desah si ngengat. Tak ada satupun yang tau apa yang ditunggu si ngengat di tengah malam seperti itu. Saat wanita tua itu berlalu pergi. Si ngengat pasti selalu bermalam didekat obor itu. hari demi hari terus berlalu. Perilak...

Semester Ending kelas 2

(silvi, dewi, aku, sherlina, putri, irda <dari depan kiri ke kanan> ) (lalu dibelakang ada Rani, Debby, Melinda, dan Dinda <dari kiri ke kanan>) taken by EMA. ada banyak hal yang sebenarnya tersembunyi dibalik foto sederhana ini. tentang siapa yang ada dalam foto dan tentang siapa yang mengambil gambar ini. Siapapun yang ada dalam foto ini pasti tahu kebenarannya. Tak ada yang ingin melukai siapaun tak ada yang ingin menangis dan tak mungkin ada yang ingin temannya terluka bukan. Jadi salahkan saja waktu, akan lebih baik seperti itu kan. Daripada kalian membuat cerita2 aneh yang nantinya mungkin... akan kita sesali kemudian hari.