Langsung ke konten utama

Pelangi Putih (Chapter 4)

.
.
.
.
Drapt
Drapt
Drapt
Drapt
Drapt
.
.
.
Gue menyusuri gang kompleks.
Sepi emang sih. Agak serem, tapi lebih serem lagi kalo liat abg cabe2 'an. Bisa bisa gue di embat sama mereka.

.
.
.
Ngga kerasa udah 10 menit gue jalan. Entah kenapa kerasa jauh banget jarak rumah ke sekolah gue.

Ini benar benar melelahkan.
Hmm
.
Pengen rasanya gue nyetop abang abang ojek.
.
.
Dulu pas gue smp, gue sring dianter papa.

Gue inget banget papa masih kerja di rumah sakit yang dulu. Dan dia masih sempet buat ngurua rumah.
.
.
Gue kembali terngiang kenangan itu.
Ketika hanya ada gue dan kakak gue.
Mama masih hidup, masih senyum ke gue kalo gue terbangun di pagi hari.
.
.
.

"Deeea.. bangun de.. udah siang. Nanti bu guru marah loh. Ayo cepat!!"

Gue buru buru bangun. Menuju kamar mandi. Gue inget gue masih satu kamar sama kakak gue.
Mama memakaikan baju buat gue.
Nungguin gue selesai sarapan. Dan berangkat sama kakak dan juga papa.

Dia nungguin gue make sepatu, melihat gue masuk mobil, dan melambaikan tangan saat gue berlalu bersamaan dengan mobil.

Dia terus menatap gue dari dalam mobil. Sampai baayangannya tak terlihat lagi.

.
.
.
.
"Mama... hiks hiks..
.
.
.. ngg.. kapan lagi maa?!"
.

Ngga kerasa orang kayak gue bisa ngomong kaya gitu.
Gue selalu koar koar, jika anak yang cengeng dan tidak bisa melihat masa depan itu pecundang.
Dan sekarang gue lah orang itu.
.
.
--------

Akhirnya gue sampai di sekolah.
Gue bergegas buatt masuk. Dan ternyata.

"Dik kesini sebentar.!"

"Oh iya kak.. ada apa?"

"Kamu anak kelas berapa?"

"Saya X Ipa 3 kak,ada apa  ya?"

"Kalau begitu sampaikan ini pada debby ya, jangan bilaaang dari saya!"

"Oh , iya kak.. ada lagi?!"

"Ngga itu aja.. sana cepat masuk kelas, 5 menit lagi jam telat!"

"Ohh baik kak.. aku ke kelas dulu.. bye. !"

.
.

Tap
Tap
Tap
.
Tap
.
Tap
.
Manaiki koridor 1
.
.
koridor 2
.
.
Dan koridor
3.

Akhirnya gue sampai.

.

Hosh hosh..

"De.. lu kenapa?"

"Nying,, diem lo! "

"Ehhh ko gitu dia.. ya udah deh����!"

"Oh iha hiat hehbi ha!??"..

"Ente ngomong apa!?"

Gleek gleek gleek...

Akhirnya setelah meminum air, gue terasa nendingan.

"Budek ya?,, gue tanya liat debby ngga??!"

"Njir mana  ada yang ngerti lu ngoming apa..
.
Tuh debby di koridor 2. Mau apa lu sama debby!?"

"Ngga gue cuma masti'in dia idup atau ngga,,,!"

"Berani juga lo, ngomong kek gitu.!"

"Cewe kunyuk kek dia apa yang gue takutin?"

.
.

Sungguh sial, nasib gue,, gara gara tadi bolak balik, entah kenapa gue lupa bawa tugas.
Gue inget tugas itu gue taruh disamping meja makan.

.
Dan
.
akhirnya gue pun dihukum. KArena ngga bawa tugas.

"Dea Ananda maju nak!"

"Ya buk.. !"

Tap,, tap,, tap,,

"Sejak pertama kali kamu sekolah,ibuk sudah memperhatikan kamu,,
Kamu punya potensi yang bagus. Tapi kenapa sifat kamu seperti ini?
Ibuk sungguh prihatin dengnmu nak.
Berdiri disana,, sampai pelajaran ibuk selesai.!"
.

---
Salah apa gue coba?.
Diliat temen satu kelas. Dicap jelek guru.

.
.
.
pelajaran usai, bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar. Dan gue tetap berada di kelas.
Gue pandangin, anak anak dari jendela koridor 3.

Mereka tertawa lepas, sambil bercanda. Bahkan disaat itu ada yang ulang tahun, lalu mereka di ceburkan ke kolam sekolah.

"Bahagia ya?!"

Sekali lagi gue menangis, ini sudah kedua kalinya dalam sehari gue menangis.

Hiks hiks hiks ....

Rasanya dada gue penuh sesak.
Bibir gue bergetar, mata penuh akan air mata, dan tangan gue entah kenapaa tak bisa mengepal.
Kaki pun rasanya lemas.

Gue ngga tahu, ini perasaan yang bagaiamana?!. Jika pun gue marah?, gue marah untuk apa?

Gue rasa ini juga malu, tapi kenapa juga aku malu?
Ada juga rasa kesal, sedih, kangen.
Semua itu terasa aneh.

Tak ada sumber pasti kenapa dada gue terasa sesak. Seperti ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI

ARTIKEL FISIKA “SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI” oleh : 1.       Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha (21) 2.       Prita Ayuningtyas (22) 3.       Nyoman Bunga Cahyani (23) 4.       Dena Cristy (24) 5.       Aditya Nugraha (25) SMA NEGERI 1 SINGARAJA BULELENG 2018

Cerita Ngengat

Tiap malam ia pasti akan menunggu disana. Meskipun angin selalu berhembus keras. Tak ada satuoun serangga yang akan mau dan rela untuk tetap diam di luar sarangnya. Malam itu juga ia tetap setia menunggu hari makin gelap. Yang ia tunggu adalah si merah. "Apa yang kau lakukan disini ngengat?" Tanya seekor semut padanya. "Hanya menantikannya..." jawabnya singkat. "Hey masuklah angin bertiup keras, bila kau tk masuk nanti kau dimakan burung hantu!" Seru semut. "sebentar lagi, aku ingin melihatnya..." "Terserah kau lah!!" Kata semut lalu berlalu. Akhirnya datanglah seorang wanita tua menyalakan obor di sekitar sana. Ia nampak sangat tua terlihat dari caranya memegang batang korek itu. "Akhirnya...~" desah si ngengat. Tak ada satupun yang tau apa yang ditunggu si ngengat di tengah malam seperti itu. Saat wanita tua itu berlalu pergi. Si ngengat pasti selalu bermalam didekat obor itu. hari demi hari terus berlalu. Perilak...

Semester Ending kelas 2

(silvi, dewi, aku, sherlina, putri, irda <dari depan kiri ke kanan> ) (lalu dibelakang ada Rani, Debby, Melinda, dan Dinda <dari kiri ke kanan>) taken by EMA. ada banyak hal yang sebenarnya tersembunyi dibalik foto sederhana ini. tentang siapa yang ada dalam foto dan tentang siapa yang mengambil gambar ini. Siapapun yang ada dalam foto ini pasti tahu kebenarannya. Tak ada yang ingin melukai siapaun tak ada yang ingin menangis dan tak mungkin ada yang ingin temannya terluka bukan. Jadi salahkan saja waktu, akan lebih baik seperti itu kan. Daripada kalian membuat cerita2 aneh yang nantinya mungkin... akan kita sesali kemudian hari.