.
.
.
.
Drapt
Drapt
Drapt
Drapt
Drapt
.
.
.
Gue menyusuri gang kompleks.
Sepi emang sih. Agak serem, tapi lebih serem lagi kalo liat abg cabe2 'an. Bisa bisa gue di embat sama mereka.
.
.
.
Ngga kerasa udah 10 menit gue jalan. Entah kenapa kerasa jauh banget jarak rumah ke sekolah gue.
Ini benar benar melelahkan.
Hmm
.
Pengen rasanya gue nyetop abang abang ojek.
.
.
Dulu pas gue smp, gue sring dianter papa.
Gue inget banget papa masih kerja di rumah sakit yang dulu. Dan dia masih sempet buat ngurua rumah.
.
.
Gue kembali terngiang kenangan itu.
Ketika hanya ada gue dan kakak gue.
Mama masih hidup, masih senyum ke gue kalo gue terbangun di pagi hari.
.
.
.
"Deeea.. bangun de.. udah siang. Nanti bu guru marah loh. Ayo cepat!!"
Gue buru buru bangun. Menuju kamar mandi. Gue inget gue masih satu kamar sama kakak gue.
Mama memakaikan baju buat gue.
Nungguin gue selesai sarapan. Dan berangkat sama kakak dan juga papa.
Dia nungguin gue make sepatu, melihat gue masuk mobil, dan melambaikan tangan saat gue berlalu bersamaan dengan mobil.
Dia terus menatap gue dari dalam mobil. Sampai baayangannya tak terlihat lagi.
.
.
.
.
"Mama... hiks hiks..
.
.
.. ngg.. kapan lagi maa?!"
.
Ngga kerasa orang kayak gue bisa ngomong kaya gitu.
Gue selalu koar koar, jika anak yang cengeng dan tidak bisa melihat masa depan itu pecundang.
Dan sekarang gue lah orang itu.
.
.
--------
Akhirnya gue sampai di sekolah.
Gue bergegas buatt masuk. Dan ternyata.
"Dik kesini sebentar.!"
"Oh iya kak.. ada apa?"
"Kamu anak kelas berapa?"
"Saya X Ipa 3 kak,ada apa ya?"
"Kalau begitu sampaikan ini pada debby ya, jangan bilaaang dari saya!"
"Oh , iya kak.. ada lagi?!"
"Ngga itu aja.. sana cepat masuk kelas, 5 menit lagi jam telat!"
"Ohh baik kak.. aku ke kelas dulu.. bye. !"
.
.
Tap
Tap
Tap
.
Tap
.
Tap
.
Manaiki koridor 1
.
.
koridor 2
.
.
Dan koridor
3.
Akhirnya gue sampai.
.
Hosh hosh..
"De.. lu kenapa?"
"Nying,, diem lo! "
"Ehhh ko gitu dia.. ya udah deh!"
"Oh iha hiat hehbi ha!??"..
"Ente ngomong apa!?"
Gleek gleek gleek...
Akhirnya setelah meminum air, gue terasa nendingan.
"Budek ya?,, gue tanya liat debby ngga??!"
"Njir mana ada yang ngerti lu ngoming apa..
.
Tuh debby di koridor 2. Mau apa lu sama debby!?"
"Ngga gue cuma masti'in dia idup atau ngga,,,!"
"Berani juga lo, ngomong kek gitu.!"
"Cewe kunyuk kek dia apa yang gue takutin?"
.
.
Sungguh sial, nasib gue,, gara gara tadi bolak balik, entah kenapa gue lupa bawa tugas.
Gue inget tugas itu gue taruh disamping meja makan.
.
Dan
.
akhirnya gue pun dihukum. KArena ngga bawa tugas.
"Dea Ananda maju nak!"
"Ya buk.. !"
Tap,, tap,, tap,,
"Sejak pertama kali kamu sekolah,ibuk sudah memperhatikan kamu,,
Kamu punya potensi yang bagus. Tapi kenapa sifat kamu seperti ini?
Ibuk sungguh prihatin dengnmu nak.
Berdiri disana,, sampai pelajaran ibuk selesai.!"
.
---
Salah apa gue coba?.
Diliat temen satu kelas. Dicap jelek guru.
.
.
.
pelajaran usai, bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar. Dan gue tetap berada di kelas.
Gue pandangin, anak anak dari jendela koridor 3.
Mereka tertawa lepas, sambil bercanda. Bahkan disaat itu ada yang ulang tahun, lalu mereka di ceburkan ke kolam sekolah.
"Bahagia ya?!"
Sekali lagi gue menangis, ini sudah kedua kalinya dalam sehari gue menangis.
Hiks hiks hiks ....
Rasanya dada gue penuh sesak.
Bibir gue bergetar, mata penuh akan air mata, dan tangan gue entah kenapaa tak bisa mengepal.
Kaki pun rasanya lemas.
Gue ngga tahu, ini perasaan yang bagaiamana?!. Jika pun gue marah?, gue marah untuk apa?
Gue rasa ini juga malu, tapi kenapa juga aku malu?
Ada juga rasa kesal, sedih, kangen.
Semua itu terasa aneh.
Tak ada sumber pasti kenapa dada gue terasa sesak. Seperti ini.
Komentar
Posting Komentar