Langsung ke konten utama

Pelangi Putih (Chapter 2)

Jendela yang rasanya sudah gue tutup terbuka lebar layaknya film horor. Membuat susana dini hari itu sangat menyeramkan.

"Huuuaaa... ciluk baa..."
Gue teeikain keluar jendela, tapi ngga ada apa apa. Yah gue lanjut tidur.
Satu menit, dua menit,tiga menit, gue sudah ngga tahan. Gue pengen makanan.

Gue putuskan turun mencari sesuatu yang bisa dimakan.

Tap tap tap tap tap...
Langkah kaki gue begitu keras terdengar. Memasuki dapur gue coba mencari makanan yg masih bisa dimakan. Yosh gue menemukan ice cream Reay .
Melewati ruang tengah,  gue sempatkan melihat jam. Ternyata sudah Jam 4 pagi.

"Halo ... kamu belom bangun..  bangun nggih.. udah mandi? Wah kamu masih belajar yha.. semangat yha!!"....
Gue cuma ngga percaya anak kelas 1 SMP percakapannya kaya begituan. Resek banget ni anak.

Mulut gue cuman komat kamit dalam perjalanan menuju kamar.
Tapi ketika gue melewati kamar kak Anda.....

HIK HIK... HI....HEH.....
"Diputusin lagi...?!" Tanya gue.
"(Angguk-angguk)"
"Sama orang yang sama?! Aku ngga ngerti sama pola pikir kakak.!"

Draapt...
Gue tutup pintu kamar kak Anda lebih keras sehingga terdengar begitu keras saar dini hari.

Ice cream yg kubiarkan terbuka meleleh membasahi tanganku.
Gue benci yang namanya cinta.
Munafik adalh kata yang tepat.
Sebuah permainan yang membosankan dan sangat kekanak kanakan.

--Chapter 3--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI

ARTIKEL FISIKA “SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI” oleh : 1.       Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha (21) 2.       Prita Ayuningtyas (22) 3.       Nyoman Bunga Cahyani (23) 4.       Dena Cristy (24) 5.       Aditya Nugraha (25) SMA NEGERI 1 SINGARAJA BULELENG 2018

Cerita Ngengat

Tiap malam ia pasti akan menunggu disana. Meskipun angin selalu berhembus keras. Tak ada satuoun serangga yang akan mau dan rela untuk tetap diam di luar sarangnya. Malam itu juga ia tetap setia menunggu hari makin gelap. Yang ia tunggu adalah si merah. "Apa yang kau lakukan disini ngengat?" Tanya seekor semut padanya. "Hanya menantikannya..." jawabnya singkat. "Hey masuklah angin bertiup keras, bila kau tk masuk nanti kau dimakan burung hantu!" Seru semut. "sebentar lagi, aku ingin melihatnya..." "Terserah kau lah!!" Kata semut lalu berlalu. Akhirnya datanglah seorang wanita tua menyalakan obor di sekitar sana. Ia nampak sangat tua terlihat dari caranya memegang batang korek itu. "Akhirnya...~" desah si ngengat. Tak ada satupun yang tau apa yang ditunggu si ngengat di tengah malam seperti itu. Saat wanita tua itu berlalu pergi. Si ngengat pasti selalu bermalam didekat obor itu. hari demi hari terus berlalu. Perilak...

Semester Ending kelas 2

(silvi, dewi, aku, sherlina, putri, irda <dari depan kiri ke kanan> ) (lalu dibelakang ada Rani, Debby, Melinda, dan Dinda <dari kiri ke kanan>) taken by EMA. ada banyak hal yang sebenarnya tersembunyi dibalik foto sederhana ini. tentang siapa yang ada dalam foto dan tentang siapa yang mengambil gambar ini. Siapapun yang ada dalam foto ini pasti tahu kebenarannya. Tak ada yang ingin melukai siapaun tak ada yang ingin menangis dan tak mungkin ada yang ingin temannya terluka bukan. Jadi salahkan saja waktu, akan lebih baik seperti itu kan. Daripada kalian membuat cerita2 aneh yang nantinya mungkin... akan kita sesali kemudian hari.