Langsung ke konten utama

SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI




ARTIKEL FISIKA
“SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN INDUSTRI”

oleh :

1.      Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha (21)
2.      Prita Ayuningtyas (22)
3.      Nyoman Bunga Cahyani (23)
4.      Dena Cristy (24)
5.      Aditya Nugraha (25)

SMA NEGERI 1 SINGARAJA
BULELENG
2018









SINAR GAMMA SEBAGAI CARA EFEKTIF DALAM STERILISASI PANGAN DALAM INDUSTRI


Sinar Gamma merupakan sinar yang memiliki daya tembus yang lebih kuat daripada sinar alpa dan beta. Hal ini menyebabkan sinar gamma tidak dapat dibelokkan. Selain itu, sinar gamma sangat keras dan jika terkena kulit dapat melukainya
Karena sifatnya yang kuat itulah sinar gamma dimanfaatkan dalam beberapa bidang. Salah satunya dalam sterilisasi makanan. Makanan steril yang dimaksud disini adalah bebas dari mikroorganisme, bersih dan tidak cepat membusuk. Kualitas makanan seperti inilah yang sangat bagus untuk industri makanan olahan. Semakin bagus kualitas suatu bahan, maka semakin awet dan bagus pula makanan olahan tersebut.
Mengapa bahan makanan yang bebas dari mikroorganisme (misalnya bakteri) bisa awet dan panjang umurnya? Ini dikarenakan metabolisme mikroorganisme yang dapat mengurai zat-zat organik pada makanan menjadi zat anorganik. Penguraian ini menyebabkan struktur bahan makanan yang awalnya kokoh, terstruktur dan solid berubah menjadi lunak, hancur dan berair. Keadaan seperti inilah yang disebut pembusukan. Biasanya zat-zat yang sudah terurai oleh bakteri sangat mudah bereaksi oleh zat-zat bebas di lingkungan. Sehingga zat makanan yang awalnya bernutrisi dan berguna bagi tubuh bisa menjadi zat lain yang memiliki fungsi yang berbeda. Bukannya bernutrisi bagi tubuh, tapi bisa menyebabkan gangguan dalam tubuh kita.
Itulah alasan mengapa mengonsumsi makanan yang kadaluarsa, makanan yang berjamur atau terlalu lama berada di ruang terbuka bisa menyebabkan masalah kesehatan (contohnya keracunan). Selain itu, beberapa bakteri pengurai (misalnya Clostridium botulium) mensekresikan eksotoksin yang sangat toksik bagi tubuh kita. Meskipun makanan tersebut sudah diawetkan dengan cara dikalengkan, namun nyatanya Clostridium botulisme bisa hidup disana dan memenuhi makanan kaleng dengan racun eksotoksinya. Akibatnya orang yang mengonsumsi makanan kaleng yang terkontaminasi racun botulium mengalami keracunan dengan gejala-gejala yang khas yang disebabkan oleh racun botulium yang disebut botulisme.
Disinilah peran sinar gamma dalam proses pensterilan yang baik. Sehingga nantinya bahan pangan mentah ini steril dari mikroorganisme sebelum diolah. Pensterilan dimaksudkan untuk membunuh jamur, serangga dan bakteri perusaka sehingga makanan menjadi lebih tahan lama dan memiliki kondisi lebih baik. Jenis radiasi pengion bisa dari berbagai macam seperti sinar gamma dari nukleotida Co 60 atau Cs 137, sinar X maupun dari elektron.
Dalam hal ini, sinar gamma berperan dalam beberapa hal yakni mematikan mikroorganisme yang menempel atau hidup dalam makanan. Selain itu pula sinar gamma mampu menunda perkecambahan pada tumbuhan (khususnya umbi-umbian). Pada umumnya iradiasi dilakukan dengan hi-tungan tiap meter kubik. Biaya yang dibutuhkan adalah Rp 360.000,00 per meter kubik. Harga ini lebih ekonomis dibandingkan pengawetan makanan dengan teknik lain mengingat tingkat keawetannya.
Pengawetan makanan dengan sinar gamma itu menggunakan radioaktif dari Ko-balt 60. Menurut Fisikawan Laboratorium Pengujian Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Dr. Nada Marnada, M.Eng (2010) , unsur inti radioaktif ini tidak stabil. Inti Kobalt 60 meluruh dalam iradiator dan memancarkan partikel beta dan gamma. Setelah itu, Kobalt 60 berubah menjadi Nikel 60 yang jauh lebih stabil.
Saat peluruhan, partikel beta tertahan selongsong iradiator. Sedangkan partikel gamma-nya keluar. Energinya mengionisasi molekul yang dilewatinya, kemudian memutus sel DNA mikroba, salmonela, dan lain-lain sesuai takarannya. Apabila sel DNA-nya terputus, mikroba atau organisme tak dapat bereplikasi dan akhirnya mati.
Bila partikel gamma digunakan untuk mengiradiasi makanan yang sudah dikemas dan kedap udara, mikroba pembusukan di dalamnya akan mati. Ini membuat makanan tidak mudah membusuk. Aturan mengenai iradiasi makanan kemasan termaktub dalam Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2009, khususnya bagian iradiasi makanan.
Menurut Direktur Pusat Aplikasi Isotop dan Teknologi Radiasi BATAN, Zainal Abidin, pengawetan dengan sinar gamma hanya membunuh bakteri tanpa mengubah rasa dan tanpa ada residu. Radioaktif yang digunakan bisa mengganggu enzim atau hormon dari bakteri di makanan atau medium lainnya. Ada dosis-dosis tertentu untuk membunuh kapang dan bakteri. Dosis sudah didesain sedemikian rupa hanya untuk mematikan bakteri saja, sehingga tidak ada sisa residu.
Namun sinar gamma juga tak lekang dari kekurangan yang dimana apabila sisa-sisa radioaktif pada pangan belum disterilkan, maka bisa ikut terkonsumsi dalam makanan. Hal ini menyebabkan kerusakan pada sel karena kereaktifan sinar gamma. Terlebih lagi jika ada kesalahan atau kebocoran pada radioaktif sinar gamma, maka akan menimbulkan efek radiasi yang meluas dan menyebabkan kerusakan hingga kematian pada pekerja di industri tersebut. Hal yang paling dikhawatirkan adalah apabila sinar gamma tersebut tidak cukup kuat intensitasnya untuk langsung membunuh bakteri, maka bakteri yang masih hidup dan tersisa akan mengadakan mutasi dalam genomnya untuk bisa beradaptasi dengan radiasi yang ditimbulkan oleh sinar gamma sehingga proses penstrerilan bakteri menggunakan sinar gamma sia-sia. Akan terjadi mutasi gen yang nantinya dapat menimbulkan berbagai penyakit biologis baru. 
Saat ini di Indonesia ada dua lokasi yang bisa dipakai untuk melakukan iradiasi, yaitu di BATAN dan salah satu perusahaan milik swasta di Bekasi.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Ngengat

Tiap malam ia pasti akan menunggu disana. Meskipun angin selalu berhembus keras. Tak ada satuoun serangga yang akan mau dan rela untuk tetap diam di luar sarangnya. Malam itu juga ia tetap setia menunggu hari makin gelap. Yang ia tunggu adalah si merah. "Apa yang kau lakukan disini ngengat?" Tanya seekor semut padanya. "Hanya menantikannya..." jawabnya singkat. "Hey masuklah angin bertiup keras, bila kau tk masuk nanti kau dimakan burung hantu!" Seru semut. "sebentar lagi, aku ingin melihatnya..." "Terserah kau lah!!" Kata semut lalu berlalu. Akhirnya datanglah seorang wanita tua menyalakan obor di sekitar sana. Ia nampak sangat tua terlihat dari caranya memegang batang korek itu. "Akhirnya...~" desah si ngengat. Tak ada satupun yang tau apa yang ditunggu si ngengat di tengah malam seperti itu. Saat wanita tua itu berlalu pergi. Si ngengat pasti selalu bermalam didekat obor itu. hari demi hari terus berlalu. Perilak...

Semester Ending kelas 2

(silvi, dewi, aku, sherlina, putri, irda <dari depan kiri ke kanan> ) (lalu dibelakang ada Rani, Debby, Melinda, dan Dinda <dari kiri ke kanan>) taken by EMA. ada banyak hal yang sebenarnya tersembunyi dibalik foto sederhana ini. tentang siapa yang ada dalam foto dan tentang siapa yang mengambil gambar ini. Siapapun yang ada dalam foto ini pasti tahu kebenarannya. Tak ada yang ingin melukai siapaun tak ada yang ingin menangis dan tak mungkin ada yang ingin temannya terluka bukan. Jadi salahkan saja waktu, akan lebih baik seperti itu kan. Daripada kalian membuat cerita2 aneh yang nantinya mungkin... akan kita sesali kemudian hari.