Beberapa saat lalu aku membaca beberapa postingan di blog ini. Aku merasa seperti kembali pada masa-masa itu. Lucu sekali memang, betapa naif dan juga polos aku waktu itu. Ternyata ada banyak hal yang aku tulis disini. Tentang teman-temanku yang aku sayang waktu itu. Sempat juga aku menulis tentang kesalnya aku akan sesuatu.
Haha, menggelitik rasanya aku ketika membaca banyak kata-kata kasar yang aku tulis. Puncaknya adalah postingan terakhir di blog ini. Jujur saja, waktu itu aku seperti tidak tahu harus berkata kepada siapa. Diposisi yang tidak punya sahabat dekat. Keadaan lingkungan SMA yang sangat kompetitif sementara aku juga bukan siapa-siapa. Aku merasa sangat rendah sampai di titik aku merasa tidak layak menjadi teman seseorang.
Masih aku ingat dengan jelas, kenangan sekolahku ketika menyusuri lorong sekolah. Seusai jam olahraga aku naik ke kelas dengan menyusuri koridor, tentu saja banyak anak-anak yang duduk di sepanjang koridor. Aku berusaha untuk berjalan dengan sangat cepat dan sangat takut untuk menatap ke atas. Aku akan berjalan menatap sepatu pantofel dengan terus dan terus melaju.
Kalian tahu apa yang aku rasa dengar waktu itu? Seperti banyak suara tawa di sekitarku. Mereka mantapku. Makin cepat langkahku mencoba meraih kelasku yang ada di ujung koridor. Rasanya sangat menakutkan, benar-benar menakutkan. Mereka tersenyum sinis kepadaku dan aku tak tahu apa salahku. Mungkin bagi mereka itu bukan apa-apa. Namun aku sangat takut sampai aku tidak mau lagi datang saat ada banyak orang.
Hal yang hanya bisa aku lakukan saat itu hanya belajar. Aku sudah terlanjur masuk di sekolah ini. Kurasa aku tidak bisa mengatakan aku jenuh dan tidak ingin untuk melanjutkan sekolah disini pada orang tuaku. Mereka berharap lebih apadaku, aku tahu itu lebih dari siapapu. Meskipun mereka berkata aku bisa sekolah dimanapun. Tapi aku sadar.
Tapi ini benar-benar menyesakkan. Aku sangat kuat, mampu bertahan sampai hari ini. kehidupan SMA ku adalah nerakaku. Rasanya aku tidak ingin kembali kesana. Meskipun akhirnya aku bertemu teman-teman yang sangat aku sayangi disana. Mereka menerima aku yang begini. Mereka tidak tahu seberapa aku sangat berterimakasih kepada mereka.
Sudah aku katakan kan kenapa aku bilang SMA adalah neraka bagiku? Namun hanya dengan mereka aku bisa bertahan. Utik yang selalu bisa aku datangi saat jam istirahat. Sherlina yang suka anime dan tidak pernah menganggap aku aneh. Irda yang pendiam tapi dia memberiku hadiah headphone. Mereka sangat berharga, lebih berharga dari apapun.
Semoga Tuhan selalu bersama kita selamanya.💛
Jangan lupakan aku setidaknya, ingat aku sampai tua kalian.
Tulisan ini dibuat pada 01/05/2020
Haha, menggelitik rasanya aku ketika membaca banyak kata-kata kasar yang aku tulis. Puncaknya adalah postingan terakhir di blog ini. Jujur saja, waktu itu aku seperti tidak tahu harus berkata kepada siapa. Diposisi yang tidak punya sahabat dekat. Keadaan lingkungan SMA yang sangat kompetitif sementara aku juga bukan siapa-siapa. Aku merasa sangat rendah sampai di titik aku merasa tidak layak menjadi teman seseorang.
Masih aku ingat dengan jelas, kenangan sekolahku ketika menyusuri lorong sekolah. Seusai jam olahraga aku naik ke kelas dengan menyusuri koridor, tentu saja banyak anak-anak yang duduk di sepanjang koridor. Aku berusaha untuk berjalan dengan sangat cepat dan sangat takut untuk menatap ke atas. Aku akan berjalan menatap sepatu pantofel dengan terus dan terus melaju.
Kalian tahu apa yang aku rasa dengar waktu itu? Seperti banyak suara tawa di sekitarku. Mereka mantapku. Makin cepat langkahku mencoba meraih kelasku yang ada di ujung koridor. Rasanya sangat menakutkan, benar-benar menakutkan. Mereka tersenyum sinis kepadaku dan aku tak tahu apa salahku. Mungkin bagi mereka itu bukan apa-apa. Namun aku sangat takut sampai aku tidak mau lagi datang saat ada banyak orang.
Hal yang hanya bisa aku lakukan saat itu hanya belajar. Aku sudah terlanjur masuk di sekolah ini. Kurasa aku tidak bisa mengatakan aku jenuh dan tidak ingin untuk melanjutkan sekolah disini pada orang tuaku. Mereka berharap lebih apadaku, aku tahu itu lebih dari siapapu. Meskipun mereka berkata aku bisa sekolah dimanapun. Tapi aku sadar.
Tapi ini benar-benar menyesakkan. Aku sangat kuat, mampu bertahan sampai hari ini. kehidupan SMA ku adalah nerakaku. Rasanya aku tidak ingin kembali kesana. Meskipun akhirnya aku bertemu teman-teman yang sangat aku sayangi disana. Mereka menerima aku yang begini. Mereka tidak tahu seberapa aku sangat berterimakasih kepada mereka.
Putri, Sherlina, Debby, Melinda, Irda, Dinda, Abi, Ivan, Ryan, Raju.
Sudah aku katakan kan kenapa aku bilang SMA adalah neraka bagiku? Namun hanya dengan mereka aku bisa bertahan. Utik yang selalu bisa aku datangi saat jam istirahat. Sherlina yang suka anime dan tidak pernah menganggap aku aneh. Irda yang pendiam tapi dia memberiku hadiah headphone. Mereka sangat berharga, lebih berharga dari apapun.
Semoga Tuhan selalu bersama kita selamanya.💛
Jangan lupakan aku setidaknya, ingat aku sampai tua kalian.
Tulisan ini dibuat pada 01/05/2020
Komentar
Posting Komentar